News Detail

Kepala Daerah di Jatim Diminta Hilangkan Ego Sektoral

Kepala Daerah di Jatim Diminta Hilangkan Ego Sektoral

  • 06 Juni 2020
  • 86
  • Fraksi NasDem
  • Nurhadi

KEDIRI (6 Juni): Salah satu wilayah yang menjadi perhatian Presiden Jokowi adalah Jawa Timur. Provinsi yang berpenduduk sekitar 40 juta jiwa itu tercatat sebagai daerah penyebaran virus corona tertinggi bersama Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.

Bahkan, Surabaya, Ibu Kota Jatim, masuk dalam kategori zona hitam Covid-19. Para kepala daerah di Jatim diminta bersatu dan menghilangkan ego sektoral dalam usaha melawan Covid 19.

"Kepala daerah di Jawa Timur baiknya bersatu padu serta koordinatif dalam penanganan Covid-19. Kepala daerah harus turunkan ego sektoral kedaerahan bila ada perbedaan kebijakan penanganan Covid-19," kata Nurhadi, anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi NasDem, Dapil Jatim VI saat dimintai tanggapan, Jumat (5/6)

"Juga hindari perkataan atau ucapan yang dapat memperkeruh suasana di tengah suasana sedih yang kita rasakan bersama dalam duka pandemi Covid-19," sambung Legislator NasDem itu.

Dia menilai perlu adanya tindakan tegas terhadap daerah yang sedang menerapkan PSBB seperti Surabaya. 

"Karena percuma saja PSBB diperpanjang waktunya, kalau pelaksanaannya masih longgar," kata wakil rakyat dari NasDem itu. 

Nurhadi mengakui, masyarakat yang sudah berbulan-bulan di rumah mulai jenuh berada di rumah, namun Nurhadi tetap mengimbau agar ketika ke luar rumah selalu menerapkan protokol Covid-19. 

"Memakai masker, selalu cuci tangan, dan jaga jarak agar potensi penularan bisa dicegah. Dan bila tidak ada kegiatan yang mendesak, lebih baik tetap di rumah, jangan bepergian," ujar Nurhadi.

Untuk turut mencegah penyebaran Covid 19 di level desa, Nurhadi meminta dibentuk 'Kampung Tangguh' agar penyebaran Covid-19 dapat dicegah oleh semua pihak.

"Pencanangan Kampung Tangguh di desa-desa yang rawan, agar perangkat desa beserta warga bahu membahu atasi penyebaran virus corona," tandas Nurhadi.

Sebelumnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kecewa karena dua mobil laboratorium PCR bantuan BNPB dibawa ke Lamongan dan Tulungagung oleh Pemprov Jatim, bukan ke Surabaya yang kasusnya sangat tinggi.

Per Jumat 5 Juni 2020, kasus positif di Jawa Timur sebanyak 5549, angka ini naik sebanyak 141 orang dari sebelumnya 5408. Sementara itu yang meninggal sebanyak 446 orang, dan yang sembuh sebanyak 1207 orang. []