Opini Detail

Totalitas Surya Paloh Menangkan Jokowi-Ma’ruf   Di Pilpres 2019

Totalitas Surya Paloh Menangkan Jokowi-Ma’ruf Di Pilpres 2019

  • 07 Februari 2019
  • 2147


Oleh: Nico Ainul Yakin*


JAUH sebelum koalisi partai politik (parpol) memberikan dukungan, Partai NasDem telah menyatakan dukungannya kepada Ir H Joko Widodo (Jokowi) untuk kembali memimpin negeri ini pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019. NasDem tercatat sebagai parpol pertama yang memberikan dukungan kepada Jokowi, disusul PSI, Partai Golkar, PPP, HANURA, Perindo, PKPI, PDIP, PKB, dan PBB. (CNN Indonesia, 23 Februari 2018).


Dukungan Partai NasDem itu disampaikan secara terbuka oleh Ketua Umum Surya Paloh saat deklarasi dukungan Ridwan Kamil menjadi kandidat Gubernur Jawa Barat pada 19 Maret 2017. Dukungan resmi kemudian ditetapkan dalam acara HUT ke-6 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-IV Partai NasDem di JI-EXPO Kemayoran Jakarta Pusat pada 15-17 November 2017. Keputusan Partai NasDem tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem, H Surya Paloh di hadapan puluhan ribu kader Partai NasDem dari seluruh Indonesia. 


“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim Saya nyatakan Partai NasDem dengan resmi mencalonkan kembali Presiden Jokowi sebagai calon presiden Partai NasDem pada Pemilu 2019”.


Seuai memberikan pengarahan, Surya Paloh menyerahkan plakat kepada Jokowi  bertuliskan: “Jokowi Presidenku, NasDem Partaiku”. Plakat tersebut adalah simbol ketulusan dan keseriusan dukungan Partai NasDem kepada Jokowi sekaligus bentuk komitmen Partai NasDem untuk mengawal, mengamankan dan mengantarkan Jokowi sebagai Presiden RI kali kedua.


Kenapa Harus Jokowi?

Pilihan Partai NasDem kepada Jokowi bukan tanpa alasan. Partai NasDem menilai ada sejumlah keunggulan kompetitif yang dimiliki Jokowi dibandingkan dengan calon presiden lainnya, bahkan dengan presiden-presiden terdahulu. Keunggulan kompetitif tersebut yaitu:


1. Jokowi adalah sosok yang sederhana, rendah hati, serta rela meluangkan waktu, tenaga dan pikiran demi memajukan bangsa dan negara. Dia mau berbaur dan tak membuat jarak dengan masyarakat yang dipimpinnya.

2. Jokowi tidak membangun dinasti politik atas dasar kedekatan personal. Anak-anak Jokowi adalah contoh nyata. Mereka bekerja hanya sebagai penjual martabak, dan tidak tergiur untuk menjadi pejabat atau pengusaha dengan segala privilege yang dimiliki.

3. Jokowi juga tidak membuat kroni atas dasar like and dislike. Semuanya berproses atas dasar profesionalisme. 

4. Jokowi adalah sosok yang konsisten, cepat mengambil keputusan, dan tidak ragu-ragu dalam mengambil tindakan.

5. Jokowi tidak memiliki cacat masa lalu yang mencederai demokrasi dan bangsa Indonesia. Selain itu, kinerja dan hasil-hasil kerja Jokowi selama memimpin negeri ini melampaui pemimpin-pemimpin terdahulu.


Kelima alasan di atas menjadi dasar bagi Partai NasDem untuk kembali menjadikan Jokowi sebagai calon presiden RI periode 2019-2024.

Ketika Jokowi menggandeng KH Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presidennya, sikap NasDem tidak berubah dan tetap konsisten mendukung Jokowi, bahkan tidak mempersoalkan sama sekali siapa cawapres yang digandengnya. NasDem menilai keputusannya menjadikan Ketua MUI sebagai cawapresnya adalah hak mutlak Jokowi. Keputusan ini oleh NasDem disebut sebagai keputusan yang tepat. Menurut  Sekjen Partai NasDem, Johnny G Plate, mantan Rois Aam PBNU itu memiliki cara pandang yang luas dan bisa melengkapi setiap kekurangan Jokowi. 


Sikap totalitas NasDem setidaknya tercermin  dalam (i) partisipasi bantuan dana dan logistik Partai NasDem yang diberikan kepada Tim Kampanye Nasional untuk pemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf; (ii) ungkapan Surya Paloh yang menegaskan bahwa kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin berada di atas kepentingan Partai NasDem merupakan pernyataan yang bersifat totalitas, lahir batin, serius dan tidak main-main. Kemenangan paslon nomor urut 01 ini menurut Surya Paloh sejalan dengan restorasi Partai NasDem yang mengedepankan nilai-nilai nasionalisme dengan pilar religiusitas yang universal.


Strategi Pemenangan Jokowi

Hasil Pilpres 2014, Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla berhasil mengungguli pasangan Prabowo-Hatta dengan selisih 8.421.389 suara. Pasangan Jokowi-JK unggul di 23 provinsi, sedangkan pasangan Prabowo-Hatta hanya unggul di 10 provinsi (Kompas.com, 22 Juli 2014). Pilpres 2019 mendatang Partai NasDem menargetkan kemenangan untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf sebesar 70 persen.


Untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf sejumlah langkah telah dilakukan oleh Surya Paloh. Ketua Umum Partai NasDem itu berkeliling di seluruh wilayah Indonesia untuk menyapa dan mengajak warga bangsa mendukung paslon nomor urut 01.

 

Strategi yang dilakukan Surya Paloh, antara lain: (i) mempertahankan dan mengoptimalkan kemenangan Jokowi di 23 provinsi yang telah dicapai sebelumnya; (ii) merebut kemenangan signifikan di 10 provinsi yang belum dimenangkan oleh Jokowi. Sepuluh provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Banten, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Gorontalo, dan Maluku Utara. Di daerah-daerah tersebut, Surya Paloh mengkonsolidir  struktur, kader dan caleg-caleg Partai NasDem, serta simpul-simpul tokoh yang memiliki pengaruh kuat di masyarakat. 


Di sejumlah provinsi, Surya Paloh bertatap muka dengan struktur dan kader partai dalam acara Temu Kader yang secara khusus diproyeksikan membangkitkan semangat pengurus, kader dan caleg Partai NasDem untuk menyukseskan Jokowi-Ma’ruf. Program-program partai dan caleg seluruhnya berorientasi kepada semangat pemenangan capres-cawapres yang diusung oleh Partai NasDem. Seruan Surya Paloh itu disambut gegap gempita seluruh pengurus, kader dan caleg dengan kerja-kerja pemenangan yang konkret di masyarakat.


Dalam kegiatan Temu Kader tersebut, Surya Paloh selalu menyempatkan bertemu, bersilaturrahim dan berdialog dengan tokoh-tokoh sentral, seperti birokrasi dan simpul-simpul kultural di daerah setempat, dan telah diperoleh kesepahaman di antara mereka untuk bersama-sama Partai NasDem memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf. 


Seluruh kegiatan pemenangan NasDem untuk Jokowi-Ma’ruf  dipublikasikan secara massif ke media cetak, elektronik dan media online, serta media sosial. Bahkan sejumlah kegiatan NasDem seputar program pemenangan Jokowi menjadi tranding topic (viral) di twiter, WhatsApp (WA) dan instagram sebagaimana yang dilakukan di Jawa Timur dan beberapa daerah lain di Indonesia. Ini berarti pesan NasDem telah sampai kepada masyarakat luas sebagai bagian dari strategi membentuk persepsi publik terhadap Jokowi-Ma’ruf.  


Tak kalah pentingnya, Partai NasDem juga akan berkontribusi bagi tersedianya saksi-saksi  dan melakukan monitoring atas penghitungan hasil suara di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Indonesia hingga hasil final suara Pilpres 2019 ditetapkan oleh KPU.  Hal ini dilakukan sebagai langkah pengamanan suara bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf. Tentang penyiapan saksi ini, Partai NasDem telah melatih ribuan kadernya untuk diperbantukan dalam pengamanan suara Jokowi-Ma’ruf  di setiap TPS.


Uraian di atas adalah sedikit dari sekian banyak strategi yang tidak mungkin diungkap secara detail dalam tulisan ini.+


*Nico Ainul Yakin;  Wakil Ketua Bidang OKK dan Sekretaris Bappilu Partai NasDem Jatim.

,