News Detail

Srikandi NasDem Raih Penghargaan Bakti Koperasi

Srikandi NasDem Raih Penghargaan Bakti Koperasi

  • 18 Juli 2018
  • 175
  • Fraksi NasDem
  • Titik Verdi

JAKARTA, (18 Juli): Srikandi NasDem menerima penghargaan Bakti Koperasi dan UKM Tahun 2018 dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Puspa Yogapada dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke 71 di The Grandtage Hotel BSD City, beberapa waktu lalu.

Ketua Umum Koperasi Sekunder Bushido Perwira Nusantara tingkat Nasional yang juga anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi NasDem Hj. Titik Prasetyowati Verdi, S.H., M.H., berhasil meraih penghargaan berkat upayanya mensejahterakan masyarakat lewat pendirian 543 koperasi Primer se-Kabupaten Bandung dan 820 Koperasi Primer se-Kabupaten Tulungagung, Blitar, dan Kediri.

“Saya mendirikan 543 koperasi se Kabupaten Bandung dan ketua koperasi primer adalah istri kepala desa seluruh Bandung sebagai penggerak perempuan,” katanya, melalui sambungan telepon, Rabu (18/7).

DAN 6 Karate yang berhasil menjadi Juara Dunia 2 kali itu mengatakan keberlangsungan koperasi di bawah naungannya dijalankan sesuai dengan AD/ART dengan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tiap tahunnya untuk memastikan jalannya koperasi benar-benar berpihak pada rakyat.

“Kita bergerak di berbagai bidang dan berjalan dengan lancar berjualan beras gula bulog yang di luar gula harganya 17 ribu kami dapat dari bulog 10.300 dan hanya 12 ribu kepada rakyat jadi bener-bener berpihak pada rakyat,” kata dia.

Salah satu inovasi yang dilakukan pihaknya adalah kata dia sekarang ini RAT sudah bisa diadakan secara online sehingga lebih efisien dan membantu cukup dengan mengadakan video conference.

“Sudah digital jadi ini sudah era now jadi kita sudah tidak bisa lagi konservatif harus inovatif untuk mensejahterakan anggotanya,” terangnya.

Sebelumnya, ia mengaku sudah melakukan studi banding ke beberapa negara di Eropa terutama di Belanda dan Belgia untuk melihat kiprah koperasi di negara kincir angin tersebut. Menurutnya banyak hal yang bisa diakomodir seperti kemajuan di bidang peternakan dan pertanian.

“Tukang bunga bisa menjual bunga tulip hingga keliling dunia yang disokong koperasi,” kata dia.

Menurutnya dibutuhkan komitmen dan kerja nyata dari para pelaku ekonomi kerakyatan di Indonesia yang menurutnya bisa dimulai dari berperan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

“Di belanda beternak sapi dan menanam bunga adalah insinyur sesuai bidangnya masing-masing sehingga memiliki knowledge. Right man on the right job sesuai keahliannya,” kata dia.

Lebih jauh dia menerangkan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus digulirkan kepada masyarakat seperti tekad yang kuat dalam memutar roda koperasi di Indonesia yang harus jauh dari unsur kepentingan pragmatis individu.

“Jangan salah tempat, harus betul-betul kompeten, sehingga tidak bisa dibohongi ketua koperasinya,” ujarnya.

Ia juga saat ini sedang mencoba untuk memperjuangkan banyak masyarakat Indonesia untuk keluar dari jerat lintah darat. Ia bersedih masih banyak warga masyarakat yang setengah mati bekerja untuk berusaha keluar dari jebak pusaran rentenir.

“Sangat menyedihkan akhirnya sampai saya bantu menyelesaikan dan usir semua para rentenir supaya tidak menjebak lagi,” kata dia.

Bergulirnya ekonomi kerakyatan lanjut Hj. Titik terutama kepada perempuan Indonesia adalah supaya memiliki derajat yang setara dengan perempuan dunia. Ia yakin banyak sekali ruang pekerjaan yang bisa di raih di Indonesia yang sangat makmur ini.

“Di sinilah saya mencoba mendirikan koperasi saya memang ingin menaikan harkat dan martabat perempuan di indonesia,” ungkapnya.

Ke depan ia akan terus berkomitmen untuk menggulirkan sembako dan kebutuhan bagi para petani dan masyarkat luas supaya mendapat keadilan sosial.

FOTO SELENGKAPNYA : Srikandi NasDem Raih Penghargaan Bakti Koperasi

“Saya ingin memberikan kepada petani dan yang lain supaya pupuk tidak dipermainkan harganya,” pungkasnya.(*)