News Detail

Sahroni Optimistis di Jakbar Tidak Ada Politisasi Agama

Sahroni Optimistis di Jakbar Tidak Ada Politisasi Agama

  • 11 Januari 2019
  • 2
  • Fraksi NasDem
  • Ahmad Sahroni
  • Calon Legislatif



JAKARTA (12 Januari): Calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari daerah pemilihan Jakarta III Nomor Urut 1 yang juga anggota DPR RI dari Fraksi NasDem Ahmad Sahori mengapresiasi langkah Polres Jakarta Barat yang besinergitas dengan unsur tiga pilar lainnya, dalam hal ini Pemerintah Kota Jakarta Barat serta TNI dalam pemasangan lebih dari 1.000 spanduk berisi maklumat larangan kampanye di tempat-tempat ibadah di Jakarta Barat.


Langkah ini disebutkan Sahroni sebagai upaya preventif mencegah digunakannya SARA dalam pesta demokrasi yang akan digelar serentak pada tanggal 17 April 2019 mendatang.


“Sikap Polres Jakarta Barat bersinergi dengan Pemkot Jakarta Barat dan Kodim setempat dalam menciptakan kampanye damai patut diapresiasi. Langkah yang dilakukan bersama pemerintah dan TNI setempat dengan memasang spanduk larangan kampanye di tempat ibadah sebagai langkah positif mencegah adanya penggunaan SARA dalam kampanye pemilu serentak mendatang,” ujar Sahroni di Jakarta, Jumat (11/1).

Lebih jauh Roni, begitu Sahroni akrab disapa menyatakan, semua berharap munculnya awareness kampanye positif tanpa SARA dari umat seiring pemasangan spanduk yang dilakukan bersama-sama DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) maupun pengurus tempat ibadah lainnya. Dengan langkah ini Roni berharap tak ada lagi riak-riak kampanye berbasis agama.


Politisi NasDem ini turut mengapresiasi kerukunan dan kesolidan yang ditunjukkan para pengurus tempat ibadah di Jakarta. Sahroni optimistis virus intoleransi ataupun politisasi agama yang sempat mencuat saat Pilkada DKI lalu tidak akan muncul di kawasan barat ibukota ini.


“Saya optimis tidak akan ada intoleransi ataupun politisasi agama di Jakarta Barat. Langkah yang dilakukan oleh Polres Jakarta Barat dengan unsur tiga pilar lainnya harus dicontoh wilayah lain di Ibukota dan seluruh daerah di Indonesia,” pesan Sahroni, seperti dikutip dari mediaindonesia.com.

Dalam kesempatan yang sama Sahroni meminta masyarakat berperan aktif menyampaikan kepada pihak seperti panwaslu ataupun kepolisian bila menemukan adanya penggunaan SARA dalam kampanye di daerahnya.


“Masyarakat harus peduli bahwa penggunaan SARA itu berbahaya dan menciptakan gangguan keamanan maupun ketertiban. Saya berharap masyarakat juga menjadi pengawas dan melaporkan bila ada kampanye menggunakan SARA,” pungkas Sahroni.(MI/*)