Sosok Detail

Okky Asokawati dan Jalan Baru Menuju Indonesia Emas 2045

Okky Asokawati dan Jalan Baru Menuju Indonesia Emas 2045

  • 07 November 2018
  • 12

JAKARTA (25 Oktober): Keinginan terbesar di sisa hidupnya saat ini adalah turut mengantarkan generasi milenial Indonesia ke puncak peradaban dunia. Dua periode sudah sejak tahun 2009 lalu politisi perempuan satu ini berkhidmat di DPR RI. Ia berhasil melenggang ke Senayan setelah mendapat kepercayaan 35.727 suara dari masyarakat.


Belakangan Dra Hj Okky Asokawati Msi mengemban tugas di Komisi IX DPR RI dengan bidang kerja kesehatan dan ketenagakerjaan.  Bertugas di komisi itu membuatnya banyak memperhatikan masalah yang ditangani eksekutif termasuk persoalan masa depan generasi bangsa.

“Di situ kita bisa melihat bahwa Indonesia ini di tahun 2045 diprediksi akan mencapai Indonesia emas,” katanya.

Sudah banyak kajian yang menerangkan bahwa profil demografi bangsa Indonesia akan lebih didominasi usia produktif di tahun 2045 mendatang yakni usia kerja kerja lebih banyak di banding usia pensiun maupun balita.


Okky meyakini untuk mewujudkannya maka mulai saat ini sudah harus direncanakan dan dikawal program-program menuju Indonesia emas.


Ia mengaku terkagum dengan Partai NasDem yang memiliki Akademi Bela Negara (ABN) sebagai salah satu lembaga pendidikan nirlaba yang berfungsi untuk meningkatkan cakrawala berpikir dan kesalehan sosial generasi bangsa guna melahirkan calon pemimpin masa depan.


Menurutnya, saat ini Partai NasDem menjadi satu-satunya partai yang menyoroti perkembangan generasi milenial untuk mencapai Indonesia Emas tahun 2045. Perasaan satu visi dan misi inilah yang membuatnya berlabuh ke Partai NasDem.


“Setiap tahun NasDem memilih setiap sarjana dari setiap kabupaten yang jumlahnya kurang lebih 514  orang untuk memperdalam pendidikan politik, ekonomi, sosial dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Ia berharap cita-cita NasDem dari lulusan ABN nantinya dapat membangun bangsa yang dimulai dari daerah masing-masing. Ia pun semakin yakin bahwa Partai NasDem memang sangat memahami dan menaruh perhatian besar akan situasi di tahun 2045 mendatang.


“Saya ingin berkontribusi juga tentunya sebagai anak bangsa ingin membawa generasi milenial ini agar berdaya sehat lahir batin dan cerdas,” pungkasnya.

Ibu dari Tanisa Diva Siti Murbarani ini menilai bahwa potensi terbesar bangsa Indonesia selain sumber daya alam adalah sumber daya manusianya. Untuk itu ia benar-benar menjaga potensi terbesar bangsa ini melalui etos kerja dan kerja keras.


“Kekayaan negara yang sejatinya itu sumber daya manusia karena dengan sumber daya alam besar kalau SDM nya tidak cerdas dan tidak mampu maka tidak akan menjadi apa-apa,” katanya.

Politisi NasDem kelahiran Jakarta 6 Maret 1961 ini memutuskan terjun ke dunia politik lantaran merasa perlu memberi kontribusi kepada bangsa dalam proses pembangunan ke depan.


“Saya berupaya bersama dengan mereka yang rentan biasanya adalah perempuan atau anak-anak dan yang miskin tentunya,” ungkapnya.

Lulusan Magister Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini mengaku selalu senang apabila dapat terlibat dalam perkembangan bangsa salah satunya melalui tugas dan fungsinya di parlemen dengan membuat undang-undang terutama di bidang kesehatan.


“Tenaga kesehatan di pelosok negeri juga harus ada dan lengkap oleh karenanya harus dilindungi secara hukum,” tegasnya.

Menurutnya salah satu pilar demokrasi adalah dengan merealisasikan SDM Indonesia yang cerdas hingga ke pelosok dan tentunya juga menjaga hak-hak kesehatan masyarakat.


“Saya lebih kepada kerja nyata mengantarkan masyarakat lebih sejahtera membuat tidak diskriminasi dan meningkatkan peran perempuan,” katanya.

Calon anggota DPR RI Partai NasDem Dapil DKI Jakarta II nomor urut 1 ini pun berharap pihaknya dapat melanjutkan segala upaya dalam mengawal perjalanan perkembangan bangsa terutama generasi milenial yang cerdas lahir batin.


“Bagi saya perempuan adalah tiang negara dan benteng keluarga manakala perempuan itu cerdas dan berdaya maka generasi yang dilahirkan juga akan cerdas,” tandasnya.(*)